GNI.Com | Kabupaten Bogor – Sejumlah aktivitas yang diduga berlangsung tanpa pengawasan ketat dari Aparat Penegak Hukum (APH) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor kini menjadi sorotan publik dan awak media.
Dalam penelusuran di lapangan, tim awak media menemukan adanya indikasi pembiaran terhadap kegiatan yang dinilai melanggar aturan. Saat mencoba mengonfirmasi langsung di lokasi, seorang pengawas lapangan yang dikenal dengan sebutan “ceker” bernama Bagen memberikan respons yang cukup mengejutkan.
Bagen mempertanyakan kehadiran tim media dengan nada heran. “Ngapain ke sini? Kalau ada perlu langsung saja ke Haji Suro,” ujarnya kepada awak media.

Lebih lanjut, Bagen juga mengarahkan agar konfirmasi tidak dilakukan kepadanya, melainkan langsung kepada pihak yang disebut sebagai atasannya. “Langsung saja konfirmasi ke bos saya, Kardiman,” tambahnya.
Pernyataan tersebut memunculkan tanda tanya besar terkait struktur pengelolaan kegiatan di lokasi tersebut, serta siapa pihak yang bertanggung jawab secara resmi. Sikap tertutup dan pengalihan konfirmasi ini dinilai tidak mencerminkan transparansi kepada publik.

Sejumlah pihak berharap agar APH dan Satpol PP Kabupaten Bogor segera turun tangan untuk melakukan pemeriksaan dan penertiban apabila ditemukan pelanggaran. Selain itu, pentingnya keterbukaan informasi juga menjadi tuntutan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait, termasuk yang disebutkan dalam pernyataan pengawas lapangan tersebut.
Tim awak media akan terus melakukan penelusuran lebih lanjut guna memastikan fakta di lapangan dan memberikan informasi yang berimbang kepada masyarakat.
Red”Team












